Posts

Sejarah Malaria

Deskripsi pertama tentang malaria muncul dalam catatan medis kuno dari Cina dari tahun 2700 SM, dengan dokumentasi lebih lanjut dalam Papyrus Ebers sekitar tahun 1500 SM. Alexander Agung diyakini meninggal karena malaria. Penyakit ini menjangkiti berbagai lapisan masyarakat, terlihat dari fakta bahwa tokoh seperti Christopher Columbus, Albrecht Dürer, Cesare Borgia, dan George Washington semuanya dilaporkan pernah menderita malaria.[1]  Pada abad ke-4 SM, Hippocrates menolak gagasan tentang asal-usul demonik malaria,  dan malah menautkannya dengan uap dari rawa yang, bila terhirup, dianggap menyebabkan penyakit tersebut. Teori ini bertahan hingga 1880 ketika Charles Louis Alphonse Laveran, seorang ahli bedah militer dari Prancis, menemukan parasit dalam darah pasien malaria. Untuk penemuan ini, Laveran dianugerahi Hadiah Nobel pada tahun 1907.[1] Referensi: Talapko, Jasminka, Ivana Škrlec, Tamara Alebić, Melita Jukić, and Aleksandar Včev. "Malaria: the past and the p...

Etiologi Malaria

Penyebab malaria adalah protozoa kecil dari genus Plasmodium , yang merupakan parasit intraseluler ameboid dan menghasilkan pigmen malaria (metabolit hemoglobin yang tidak larut). Dari 172 spesies Plasmodium , lima spesies diketahui dapat menginfeksi manusia, yaitu P. malariae , P. falciparum , P. vivax , P. ovale , dan P. knowlesi . Semua spesies Plasmodium ini menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai malaria (berasal dari bahasa Latin malus aer —"udara buruk"). Kelima spesies tersebut memiliki morfologi dan biologi yang serupa. Spesies P. vivax dan P. malariae paling umum ditemukan di Amerika dan Eropa, sedangkan di Afrika, spesies yang dominan adalah P. falciparum .[1]  Siklus hidup Plasmodium sangat kompleks, terdiri atas dua fase—seksual dan aseksual—yang melibatkan nyamuk vektor dan inang vertebrata. Fase seksual berlangsung pada nyamuk vektor, sementara fase aseksual terjadi pada manusia, yang berperan sebagai inang perantara. Penularan malaria pada manusia hanya ...

Epidemiologi Malaria

Malaria diperkirakan menginfeksi 219 juta orang dan menyebabkan 435.000 kematian secara global pada tahun 2017. Tingkat kematian akibat malaria di seluruh dunia berkisar antara 0,3–2,2%, dan dalam kasus malaria berat di wilayah beriklim tropis, angkanya dapat mencapai 11–30%. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa prevalensi infeksi parasit malaria telah meningkat sejak tahun 2015.[1] Referensi: Talapko, Jasminka, Ivana Škrlec, Tamara Alebić, Melita Jukić, and Aleksandar Včev. "Malaria: the past and the present." Microorganisms 7, no. 6 (2019): 179.