Etiologi Malaria
Penyebab malaria adalah protozoa kecil dari genus Plasmodium, yang merupakan parasit intraseluler ameboid dan menghasilkan pigmen malaria (metabolit hemoglobin yang tidak larut). Dari 172 spesies Plasmodium, lima spesies diketahui dapat menginfeksi manusia, yaitu P. malariae, P. falciparum, P. vivax, P. ovale, dan P. knowlesi. Semua spesies Plasmodium ini menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai malaria (berasal dari bahasa Latin malus aer—"udara buruk"). Kelima spesies tersebut memiliki morfologi dan biologi yang serupa. Spesies P. vivax dan P. malariae paling umum ditemukan di Amerika dan Eropa, sedangkan di Afrika, spesies yang dominan adalah P. falciparum.[1]
Siklus hidup Plasmodium sangat kompleks, terdiri atas dua fase—seksual dan aseksual—yang melibatkan nyamuk vektor dan inang vertebrata. Fase seksual berlangsung pada nyamuk vektor, sementara fase aseksual terjadi pada manusia, yang berperan sebagai inang perantara. Penularan malaria pada manusia hanya terjadi melalui 'gigitan' nyamuk betina dari genus Anopheles. Setelah nyamuk betina yang terinfeksi 'menggigit' manusia, parasit dalam bentuk sporozoit masuk ke aliran darah. Dalam waktu sekitar setengah jam, sporozoit ini berpindah ke hepatosit (sel hati). Fase pertama perkembangan aseksual Plasmodium berlangsung di dalam hepatosit, kemudian dilanjutkan di dalam eritrosit. Semua spesies Plasmodium menyebabkan pecahnya eritrosit, yang menjadi ciri khas dari penyakit ini.[1]
Referensi:
- Talapko, Jasminka, Ivana Škrlec, Tamara Alebić, Melita Jukić, and Aleksandar Včev. "Malaria: the past and the present." Microorganisms 7, no. 6 (2019): 179.
Comments
Post a Comment